Namun tahukah kita, teladan atau hal yang diperlukan sebelum beberapahal diatas itu adalah, keteladanan kita dalam menyikapi anak, dan penerimaan kita terhadap anak kita. Apakah maksud penerimaan itu? penerimaan ini adalah sikap kita terhadap perilaku anak.
Anak adalah seperti lembar kertas atau memori yang masih kosong, karakter soerang anak akan terbentuk dari bagaimana orang tuanya bersikap terutama terhadap anaknya, karena anak adalah perekam yang sangat kuat.
dari sinilah kita bisa paham apa sikap yang perlu kita pakai untuk menghadapi anak, itulah yang dimakud dengan penerimaan diatas tadi, kenapa? karena kita pintar mengetahui tabiat anak maka kita akan menerimanya, dengan kita sudah menerimanya maka kita tidak ada lagi kata berat dan emosianal dalam menghadapi sikap anak yang mungkin kita tidak sukai, dengan begitu kita seolah sudah menjadi orang tua yang sabar, dan sabar tadi bukan karena kita buat sabar, tapi karena kita memang sudah faham kaidah-kaidah hingga hal terkecil tentang sebuah perilaku sehingga kita tidak berat dan emosi dan menjadikan kita tidak pernah atau jarang marah.
karena sabar hanya karena komitmen pasti tidak akan bisa lama, itulah kenap orang ada yang mengatakan sabar itu ada batasnya padahal itu bukan pendapat yang benar, sabar akan menjadi terbatas karena pola fikir orang tua itu tidak cerdas.
